Oleh: fajarkuntarto | Juni 21, 2011

PENENTUAN HARGA TRANSAKSI


Beberapa transaksi akan mempengaruhi harga perolehan suatu aktiva, di antaranya :

  1. 1.                  Jual beli

Suatu transaksi jual beli mungkin dipengaruhi oleh hubungan istimewa dan mungkin juga tidak. Dalam hal jual beli dipengaruhi hubungan istimewa, maka penentuan harga bagi penjual dan pembeli adalah :

–                                              bagi pembeli : harga perolehan harta adalah harga yang seharusnya dibayar

–                                              bagi penjual : harga penjualan harta adalah harga yang seharusnya diterima

Sedangkan bila tidak dipengaruhi hubungan istimewa, maka harga jual beli :

–                                              bagi pembeli : harga perolehan harta adalah harga yang sesungguhnya dibayar

–                                              bagi penjual : harga penjualan harta adalah harga yang sesungguhnya diterima

Contoh :

Tuan A pemegang saham utama PT. X. Tuan A memasok bahan baku produksi PT. X . PT. X membeli bahan baku dari Tuan A Rp. 1,500,000. Karena bahan baku yang sama di pasar bebas hanya sebesar Rp. 1,000,000. Karena transaksi tersebut adalah transaksi yang diperngaruhi hubungan istimewa maka PT. X harus mencatat nilai perolehan bahan baku sebesar Rp. 1,000,000 bukan Rp. 1,500,000

 

Adanya hubungan istimewa menyebabkan harga perolehan menjadi lebih besar/lebih kecil dari harga pasar wajar. Oleh karena itu diperlukan koreksi untuk mendekatkan pada nilai riil pasar.

  1. 1.                  Nilai tukar

Harga yang diperoleh berdasarkan transaksi tukar – menukar dengan harta lain, nilai perolehan atau nilai penjualannya adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar.

Contoh :

Tuan A ingin mesin yang dimilikinya ditukar dengan mobil yang dimiliki Tuan B. Harga pasar mesin tersebut adalah Rp. 5,000,000 dengan nilai sisa buku fiskal (NSBF) sebesar Rp. 1,000,000. Mobil Tuan B sendiri memiliki harga pasar Rp. 6,000,000 dengan NSBF sebesar Rp. 3,000,000. Berapa keuntungan yang didapat dari transaksi tersebut ?

 

Selisih lebih harga pasar diatas NSBF adalah keuntungan yang dikenakan pajak. Keuntungan Tuan A sebesar selisih harga mobil yang diterima (Rp. 6,000,000) dengan NSBF mesin yang diserahkan (Rp. 1,000,000) = Rp. 5,000,000 dan keuntungan Tuan B adalah sebesar selisih harga mesin yang diterima (Rp. 5,000,000) dengan NSBF mobil yang diserahkan (Rp. 3,000,000) = Rp. 2,000,000.

 

  1. 2.                  Penarikan harta

Apabila suatu harta dijual maka penerimaan dibukukan sebagai penghasilan pada tahun terjadinya penjualan dan nilai sisa buku fiskal (NSBF) dari harta tersebut dibebankan sebagai kerugian dalam tahun yang bersangkutan. Keuntungan atau kerugian karena pengalihan harta dikenakan pajak dalam tahun dilakukannya pengalihan harta tersebut.

 

Apabila suatu harta terbakar, maka pergantian asuransi (bila ada) dibukukan sebagai penghasilan pada tahun diterimanya penggantian asuransi, dan nilai sisa buku dari harta tersebut dibebankan kerugian dalam tahun pajak yang bersangkutan.

Contoh :

Sebuah mesin semi konduktor milik PT. Elektron terbakar karena terjadi konslet pada tanggal 10 Januari 2001. Mesin tersebut dibeli pada tahun 1998 seharga Rp.1 Milyar. Nilai sisa buku fiskal (NSBF) pada saat terjadinya kebakaran adalah sebesar Rp. 625 juta. Penggantian asuransi yang didapat sebesar Rp. 500 juta

 

NSBF sebesar Rp. 625 juta dibebankan sebagai kerugian tahun 2001 sedangkan penggantian asuransi sebesar Rp. 500 juta dicatat sebagai penghasilan. Apabila hasil penggantian asuransi yang akan diterima jumlahnya baru akan diketahui dengan pasti dimasa kemudian, maka dengan persetujuan Dirjen Pajak jumlah sebesar kerugian dibukukan sebagai beban masa kemudian tersebut.

 

  1. 3.                  Pengalihan harta untuk setoran modal

Pada prinsipnya pengalihan harta dalam bentuk apapun (jual-beli, setoran modal, tukar menukar, dan lain-lain) penilaian hartanya berdasarkan harga pasar.

Contoh :

Tuan A ingin menambah modalnya di PT. X dengan menyerahkan sebuah gudang. Nilai sisa buku fiskal gudang sebelum penyerahan adalah Rp. 500 juta sedangkan harga pasarnya Rp. 1 milyar. Maka PT. X mencatat setoran modal berupa gudang dari Tuan A sebesar Rp. 1 milyar sedangkan Tuan A mengakui keuntungan pengalihan harta sebesar harga pasar gudang (Rp. 1 milyar) dikurangi NSBF-nya (Rp. 500 juta) Rp. 500 juta.

 

  1. 4.                  Pengalihan harta dalam rangka likuidasi, merger, konsolidasi, pemekaran atau pengambil alihan

Pada dasarnya, nilai pengalihan harta dalam rangka merger, likuidasi, konsolidasi ataupun akuisisi, adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima berdasarkan harga pasar. Metode yang harus digunakan adalah metode purchase dan perusahaan yang mengalihkan aktiva harus mengakui capital gain/loss. Tetapi berdasarkan KMK No. 422/KMK.04/1998 jo No. 649/KMK.04/1998, bagi wp yang mengalihkan harta dalam rangka penggabungan usaha (merger) atau peleburan usaha (konsolidasi) yang memenuhi syarat serta pemekaran usaha (expansion) dalam rangka menjual sahamnya di bursa efek. Jika suatu merger, konsolidasi dan pemekaran memenuhi syarat yang ditentukan maka NSBF dari aktiva tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penilaian aktiva. Perusahaan-perusahaan yang dimerger, serta perusahaan yang menerima harta, sama-sama mencatat penerimaan harta sebesar nilai buku dan tidak mengakui adanya laba/rugi atau pengalihan harta (pooling of interest)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: