Oleh: fajarkuntarto | Mei 29, 2011

Perhitungan Pph 21

PENGHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21

Tarif dan penerapannya

  1. Pegawai tetap, penerima pensiun bulanan, pegawai tidak tetap, pemagang dan calon pegawai serta distributor MLM/direct selling dan kegiatan sejenis, dikenakan tarif pasal 17 UU PPh dikalikan dengan penghasilan kena pajak (PKP). PKP dihitung berdasarkan sebagai berikut :
    1. Pegawai tetap

Penghasilan bruto dikurangi biaya jabatan (5% dari penghasilan bruto, maksimum Rp. 6,000,000/tahun atau Rp. 500,000/bulan, dikurangi iuran pensiun, iurn jamsostek, dan dikurangi PTKP

  1. Penerima pensiun bulanan, penghasilan bruto dikurangi biaya pensiun (5% dari penghasilan bruto, maksimum Rp. 2,400,000/tahun atau Rp. 200,000/bulan) dikurangi PTKP, pegawai tidak tetap, pemagang, calon pegawai, penghasilan bruto dikurangi PTKP
  2. Pegawai tidak tetap, pemagang, calon pegawai : penghasilan bruto dikurangi PTKP yang diterima atau diperoleh untuk jumlah yang disetahunkan
  3. Distributor MLM/direct selling dan kegiatan sejenis, penghasilan bruto tiap bulan dikurangi PTKP perbulan
  4. Penerima honorarium, uang saku, hadiah atau penghargaan, komisi, beasiswa, dan pembayaran lain sebagai imbalan atas jasa dan kegiatan yang jumlahnya dihitung atas dasar banyaknya hari yang diperlukan untuk menyelesaikan jasa atau kegiatan, mantan pegawai yang menerima jasa produksi, tantiem, gratifikasi, bonus, peserta program pensiun yang menarik dananya pada dana pensiun, dikenakan tarif berdasarkan pasal 17 UU PPh dikalikan dengan penghasilan bruto
  5. Tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas (pengacara, akuntan, arsitek, dokter, konsultan, notaris, penilai dan aktuaris) dikenakan PPh 15& dari perkiraan penghasilan netto
  6. Pegawai harian, pegawai mingguan, pemagang dan calon pegawai, serta pegawai tidak tetap lainnya yang menerima upah harian, upah mingguan, upah satuan, upah borongan dan uang saku harian yang besarnya melebihi Rp. 150,000,- sehari tetapi dalam satu bulan takwim jumlahnya tidak melebihi Rp. 1,320,000,- dan atau tidak dibayarkan secara bulanan, maka PPh pasal 21 yang terutang dalam sehari adalah dengan menerapkan tarif 5% dari penghasilan bruto setelah dikurangi Rp. 150,000. Bila dalam satu bulan takwim jumlahnya melebihi Rp. 1,320,000,- sebulan, maka besarnya PTKP yang dapat dikurangkan untuk satu hari adalah sesuai dengan jumlah PTKP sebenarnya dari penerima penghasilan yang bersangkutan dibagi 360.
  7. Penerima pesangon, tebusan pensiun, tunjangan hari tua atau jaminan hari tua yang dibayarkan sekaligus dikenakan tarif PPh final sebagai berikut :

–          5% dari pesangon diatas Rp. 50,000,000 sd Rp. 100,000,000

–          15% dari pesangon diatas Rp. 100,000,000 sd Rp. 250,000,000

–          25% dari pesangon diatas Rp. 250.000.000 sd 500,000,000

–          30% dari pesangon diatas Rp. 500.000.000

Penghasilan bruto sampai Rp. 50,000,000 dikecualikan dari pemotongan pajak

  1. Penerima pesangon, tebusan pensiun, tunjangan hari tua atau jaminan hari tua yang dibayarkan sekaligus dikenakan tarif PPh final sebagai berikut :
  2. Pejabat Negara, PNS, anggota POLRI/TNI yang menerima honorarim dan imbalan lain yang sumber dananya berasal dari keuangan negara atau keuangan daerah dipotong PPh pasal 21 dengan tarif 15% dari penghasilan bruto dan bersifat final, kecuali yang dibayarkan kepada PNS gol IId kebawah, anggota TNI/PLRI peltu kebawah/Ajun Insp/Tingkat I kebawah
  3. PTKP adalah :
Keterangan Setahun
Diri wajib pajak orang pribadi Rp. 15,840,000
Tambahan untuk wajib pajak yang kawin Rp. 1,320,000
Tambahan u/ istri yang penghasilannyaDigabung dengan penghasilan suami Rp. 15,840,000
Tambahan u/ setiap anggota turunan sedarah semenda dalam garis keturunan maksimal 3 orang Rp. 1,320,000
  1. Tarif pasal 17 UU PPh adalah
Lapisan penghasilan kena pajak Tarif pajak
Sampai dengan Rp. 50,000,000 5%
Rp. 50,000,000 sd Rp. 250,000,000 15%
Rp. 250,000,000 sd Rp. 500,000,000 25%
Diatas Rp. 500,000,000 30%

Contoh penghitungan pemotongan PPh Pasal 21

  1. Penghasilan pegawai tetap yang diterima bulanan

Saefudin adalah pegawai tetap di PT. Ihsan sejak 1 Januari 2009. Ia memperoleh gaji sebulan sebesar Rp. 2,000,000 dan membayar iuran pensiun sebesar Rp. 25,000 sebulan. Saefudin menikah tetapi belum mempunyai anak (status K/0)

Penghitungan PPh Psl 21

Penghitungan PPh psl 21 terutang

Gaji sebulan                                                                                 Rp.      2,000,000

Pengurangan

Biaya jabatan 5% x Rp. 2,000,000                     Rp.         100,000

Iuran pensiun                                                              Rp.           25,000

Total pengurangan                                                     Rp.         125,000 –

Penghasilan netto sebulan                                                       Rp.      1,875,000

Penghasilan netto setahun 12 x Rp. 1,875,000           Rp.      22,500,000

PTKP setahun

WP sendiri                              Rp. 15,840,000

Tambahan WP kawin              Rp.  1,320,000

Total PTKP                                                                 Rp.       17,160,000 –

PKP setahun                                                              Rp.         5,340,000

PPh psl 21 = 5% x 5,340,000  =    Rp.      267,000

PPh psl 21 sebulan                              Rp.      22,250

  1. Penerima pensiun yang dibayarkan secara bulanan

Teja status kawin dengan 1 anak pegawai PT. Mulia, pensiun tahun 2009. Tahun 2009 Teja menerima pensiun sebulan Rp. 2,000,000

Penghitungan PPh psl 21

Pensiun sebulan                                               Rp. 2,000,000

Pengurangan

Biaya pensiun  5% x Rp. 2,000,000    =     Rp.      100,000

Penghasilan netto sebulan                               Rp.  1,900,000

Penghasilan netto setahun 12 x Rp. 1,900,000   =   Rp.      22,800,000

PTKP (K/1)                                                                             Rp.      18,480,000

PKP                                                                                        Rp.      4,320,000

PPh psl 21 setahun = 5% x Rp. 4,320,000 = Rp.        216,000

PPh psl 21 sebulan = (Rp. 216,000/12)           Rp.      18,000


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: